Tuesday, October 25, 2011

Mencari Ayah untuk anakku (/mu)

yak, setelah lama sekali ga buka internet dan blog..
Sekarang baru nemuin artikel yang baguuuuuuuus, khususnya untuk para cewek yang sedang mencari pasangan hidup.. well, saya taunya juga dari blognya kaka nih, dan bener2 jadi berkat. (Apalagi pake bahasa indonesia, yey, makin mudah dimengerti, hihihi)

walau panjang, keep on reading. Memang banyak sekali hal untuk di "telan" dan sepertinya full banget pikiran waktu baca, but keep on reading. Smoga menjadi berkat, girls. God bless :D

Postingan pertama, klik disini
Postingan kedua, klik disini
Postingan ketiga, klik disini

*note: bisa juga di baca di format bukunya di SINI dan klik expand :)

Saturday, August 27, 2011

Perokok itu...?

Tak jarang, orang2 yg benci dengan rokok berteriak lewat media atopun secara literal: "hey! Jangan egois!" maupun "dasar perokok, ga tau aturan!" dan sebagainya. Intinya, mereka merasa terganggu dengan asap/perokok yg ada di sekitar mereka, ada jg yg merasa iba dengan ketergantungan akan rokok itu sendiri. Dan oh ya, banyak jg kampanye2 yg diadakan untuk membantu orang2 agar berhenti merokok. Bahkan ada hari anti rokok kan yah?

Sebenarnya, apa merokok itu perbuatan dosa? Kenapa harus segitunya, sampai2 terkesan seperti kesalahan yg sudah tahap akut? Apa dasarnya?

Firman Tuhan berkata:
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yg diam didalam kamu, Roh Kudus yg kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! "
(1Kor 6:19)

Berarti Tuhan ga bilang kalo merokok itu dosa kan? Kalo begitu bagaimana dengan ini:
- Merokok = menyebabkan kanker paru2/ kerusakan paru2 = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Makan berlebihan = menyebabkan kegemukan yg tidak wajar = mendatangkan berbagai penyakit = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Tidak menjaga pola makan/asupan makanan = mendatangkan berbagai penyakit = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Malas olahraga = tidak menjaga kesehatan = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Memberi ganjaran pada diri sendiri akibat suatu masalah / membiarkan diri stress atau depresi = tidak menjaga kesehatan dengan sengaja = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Tidak merawat tubuh (misalnya membiarkan tanda2 penyakit yg terasa atau malas check up; jarang mandi; malas menggunting kuku; dll) = membiarkan penyakit berkembang biak = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Tidur terlalu larut/kurang tidur atau kurang istirahat = mengacaukan proses2 natural yg terjadi pada tubuh (misalnya pembentukan sel2 baru) = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah
- Ambisi kerja/ main game/ melakukan hobby berlebihan = tidak istirahat = merusak tubuh = merusak bait Roh Kudus = tidak memuliakan Allah


Jadi bisa disimpulkan:
Merokok = makan berlebihan = tidak menjaga pola makan / asupan makanan = malas olahraga = Memberi ganjaran pada diri sendiri akibat suatu masalah / membiarkan diri stress atau depresi = tidak merawat tubuh = Tidur terlalu larut/kurang tidur atau kurang istirahat = Ambisi kerja/ main game/ melakukan hobby berlebihan

Semuanya tidak menaati FirTu tuh ujung2nya. Jadi menurutku, baik perokok ataupun yg lainnya (yg di atas ini), semuanya setara. Menurutku percuma saja bagi mereka yg berteriak lewat media bahwa rokok itu blablabla, toh para perokok tidak akan perduli. Toh sama saja dengan mereka yg makan terlalu berlebihan kan? Ngaca dulu, baru teriak salah.

Yuk, sama2 mencoba merawat tubuh yg sudah dipercayakan ini. Kalo ada yg merokok atau pola makannya ga sehat atau kurang istirahat dan lain2nya, lebih baik saling mengingatkan daripada teriak2 ga tp peduli begitu. Termasuk saya sendiri, yg malas olahraga dan kadang makan berlebihan ini, pun butuh diingatkan. Hihihi. :)

Stay healthy! :D

Sunday, August 21, 2011

Buat teman saya yang hari ini umurnya udah 20 :)


Hari ini teman baik saya, Jesika *hahaha* Yunarto, lagi ultah.. hihihi..

Buat Yessi, HAPPY 20th BIRTHDAY, sister!!
Moga2 panjang umur dan sehat2 yah. Trus moga2 tambah umur, dirimu tambah dewasa, tambah mandiri, tambah bijak, tambah cantik, tambah sexyyy uhuy, tambah jadi berkat buat orang2 sekitar, dan terus bertumbuh imane. Moga2 juga perjalananmu ke negri China lancar jaya dan jadi belajar banyak disana, yang akademis ato yang bukan akademis. Hihihi.
Sori nduk yes, saya ga bisa ngerayain ultahmu taun ini pas hari H, ntar traktirane nyusul gapapa kok.. hahahahahahahahahahahahahahaha, bercanda atuh nduk :p
Oke deh, have a blessed day! And have fun! :D

Bottom line: WELCOME TO THE CLUB!


Love,
Connie. 


*jeeeeng... jeeeeeng.. jeeeeng...*



Jadi ini lanjutannya yah.. Pecahkan teka-teki pendek dibawah ini, dan warna biru adalah teka-teki yang harus di tebak. Don’t cheat dan lakukan apa yang diperintahkan. Selamat menebak! :)



VDKBNLD SN SGD ZLZYHMF 20SG AHQSGCZX QZBD!
FN SN OQHLZR AKNF , EHMC Z ONRS SISKDCSN SGD AHQSGCZX FHQKZMC XNT XHKK EHMC SGD MDWS BKTD





Saturday, July 9, 2011

Karena cinta~

Setelah sekian lama, saya mau membagikan renungan hari ini.. Hihi.. Karena cinta dimana-mana, smoga menjadi berkat. :D

//

Bacaan : Hakim-hakim 16:4-21
Nats: Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan ... namanya Delila
(Hakim-hakim 16:4)

Seorang anak bertengkar dengan orangtuanya karena cintanya tidak disetujui. Seorang perempuan menyakiti perempuan lain yang lebih dipilih oleh pemuda yang sudah menolaknya. Seorang pemuda bertindak kalap karena cintanya diduakan, pendidikan dan pekerjaan terbengkalai karena ia sibuk mengurusi cinta. Sebuah rumah tangga hancur karena ada cinta yang lain. Rahasia jabatan dipertaruhkan karena rayuan cinta. Iman pun terkadang dikorbankan atas nama cinta.



Mirip dengan kisah Simson anak Manoah, seorang yang gagah perkasa dari suku Dan. Saat Simson lahir, orang Israel sedang jatuh ke tangan orang Filistin selama empat puluh tahun. Simson kerap memperdaya orang Filistin hingga membuat mereka marah. Orang Filistin ingin menangkap Simson, tetapi ia terlalu kuat. Maka, mereka berusaha mencari kelemahan Simson, yakni ia menyukai perempuan Filistin. Dan, ia bisa diperdaya oleh perempuan yang ia cintai. Perempuan yang pertama berhasil mendapat jawaban atas teka-tekinya (pasal 14). Perempuan yang kedua, Delila, berhasil membujuk Simson untuk membuka rahasia kekuatannya. Orang Filistin akhirnya berhasil menangkap Simson; mereka mencungkil kedua matanya dan membelenggunya.



Cinta adalah anugerah Allah bagi manusia. Sebagai anugerah, cinta seharusnya menuntun manusia untuk saling melengkapi dalam menyatakan kemuliaan dan kasih Allah yang agung. Cinta seharusnya tidak buta dan tidak membutakan seseorang dalam menjalani hidup, tetapi memampukannya membangun hidup yang berkualitas dan berbuah.Belajarlah dari kisah Simson. Jangan sampai gara-gara cinta, kita hanyut dalam berbagai perkara buruk

CINTA SEHARUSNYA MEMPERLENGKAPI MANUSIA UNTUK MEMBANGUN HIDUP YANG BERKUALITAS DAN BERBUAH

Saturday, June 11, 2011

Reminder

Reminder buat saya dan anda:

Bacaan hari ini: Keluaran 34:21-28
Ayat mas hari ini: Keluaran 34:21

Rehat dalam Kesibukan

Ada minggu-minggu normal, ada minggu-minggu sibuk. Pelajar dan mahasiswa giat belajar pada waktu ujian. Pedagang laris manis menjelang Lebaran atau Natal. Pegawai bank banyak lembur ketika tutup buku. Saat itu jadwal tumpah padat, orang bekerja ekstra keras, akibatnya tidak sedikit yang mengabaikan kebutuhan untuk rehat secukupnya. Bukan hanya waktu rehat pribadi yang berkurang, kesempatan menikmati hari Sabat Tuhan juga dinomorduakan.

Bangsa Israel hidup dalam budaya pertanian. Mereka pun mengenal musim normal dan musim sibuk. Masa yang paling sibuk tentu saja musim membajak dan musim menuai. Pada musim membajak, mereka harus memanfaatkan cuaca yang baik agar dapat menabur pada waktunya. Musim menuai paling ditunggu-tunggu, mendatangkan sukacita, tetapi sekaligus masa bekerja keras. Apabila melewatkannya, berarti tuaian rusak dan sia-sialah jerih payah mereka. Namun, firman Tuhan memerintahkan mereka untuk tetap memelihara hari Sabat, bahkan dalam musim membajak dan musim menuai! Mereka didorong untuk lebih mengutamakan persekutuan dengan Tuhan daripada kesibukan kerja ataupun sukacita karena tuaian yang melimpah.

Pada masa normal, kita perlu rehat secara cukup dan teratur. Terlebih lagi pada masa sibuk! Bukan hanya rehat jasmani, melainkan juga terutama rehat rohani: menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Dengan itu, kita menyadari kita tidak makan dari roti saja, tetapi juga dari firman-Nya. Kita menemukan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kreativitas dalam berkarya. Rehat pun menjadi rekreasi: masa pemulihan tenaga dan penyegaran jiwa.
Sent from my BlackBerry Wireless Handheld

Friday, May 27, 2011

"Finally..."

kata yang sama aku ucapkan 4 taun lalu.

Sekitar 4 taun lalu, setelah perjuanganku belajar sendiri dan melewati ujian O level dan disertai perjuangan ujian As level, aku lega dan senang. Melihat kembali semua pertengkaran dengan pemimpin sekolah yang menentang rencanaku untuk keluar sekolah lebih awal dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi, mereka sangat menyayangkan atas keputusanku untuk mengambil jurusan desain. Masih teringat, salah satu dari mereka berkata "I want to see you to be a scientist, not a designer. It's like a waste." Tapi aku bersi kukuh pada tujuanku. Singkat cerita, aku puas sudah menyelesaikan ujian akhir dengan baik. Waktu itu aku merasa berhasil untuk merebut "tiket" keluar dari sekolah (well, teman2 bbcs pasti mengerti apa yang terjadi dulu.. hahaha..) dan meninggalkan ijasah A level yang sebenarnya tinggal sedikit lagi.

Tujuan berikutnya: melanjutkan studi di LASALLE (jurusan Design Communication)
Deadline: 4 taun

Dulu, mengambil jurusan business dan yang berbau ilmiah sepertinya bukan pilihan buat ku. Aku memilih desain hanya berdasarkan hobby meng-edit foto dan kesenanganku pada menggambar dan seni, tanpa tau bagaimana sebenarnya industri ini berjalan. Taun pertama, foundation year, adalah taun yang 'menampar' dimana aku menyadari bahwa ada sangat sangat sangat banyak skill dan pengetahuan yang harus aku kejar untuk bisa bertahan di dunia ini. Aku nyaris keluar dan ingin pindah jurusan akutansi atau psikologi, tapi dengan segala pertimbangan yang ada aku memilih untuk melanjutkan di dunia seni ini. Taun kedua, level 1, aku mulai focus pada bidang yg sudah ku pilih (desain grafis) dan membangun skill sedikit demi sedikit. Taun ketiga, level 2, aku mulai mengerti betapa berat dan susahnya tuntutan guru dan industri desain yang meminta ide terbaik dan bukan ide yang baik. Taun terakhir, level 3, adalah taun terberat karena kami harus memberikan diri sendiri standard dan batasan untuk memulai dan menyelesaikan projects pada sebuah design issue (dengan menggunakan pengetahuan dan skill yang sudah diraup selama 3 taun sebelumnya). Pada akhirnya, aku menyimpulkan bahwa industri desain bukanlah hal yang mudah.

Memang, mereka bilang kami ini freak, kami memilih seni karena tidak bagus pada bidang akademis, dan pernyataan2 miring lainnya yang menyepelekan industri ini. Lalu aku? Aku cuman tertawa pada  mereka dan berkata dalam hati: look around you, it's all designed. You are actually consuming our work. Well, sudah jangan di teruskan dah. (aku ga bermaksud menyepelekan jurusan lain, cuman aku sebal sama orang2 yang bilang begitu, hahaha.. beberapa taun lalu jg ada postingan mirip, click here) Yang pasti, aku bangga menjadi bagian dari LASALLE, dimana mereka menyebut kami "creative people" meskipun aku sendiri ga terlalu pede dalam hal kreativitas.

And now.. here I am, 4 years later. Tujuanku 4 taun lalu sudah tercapai dengan baik (walau melewati segunung tantangan, ber-ember ember tangisan, dan berliter liter keringat #lebay), and all I can say is finally, it is over.

Tujuan berikutnya: sukses dalam karir, memaximalkan pelayanan di gereja, dan menemukan dan melaksanakan tujuan hidup.
Deadline: not sure, about 5years.

Well, jalan berikutnya sepertinya tidak akan lurus. Aku memutuskan kembali ke negaraku tercinta, Indonesia, tanpa memiliki pengalaman kerja di negri ini. Berkali kali datang rasa yang menyayangkan keputusanku untuk langsung kembali ke tanah air karena kesempatan untuk berkarir dengan baik sudah di depan mata. Tapi tetap, adanya dorongan kuat untuk pulang dan 'berkarya' disana meneguhkanku untuk pulang. Aku senang dan takut pada saat yang sama, mirip yang kurasakan 4 taun lalu. I believe it's going to be another mountains of sweat, tears, and joy.

Mengingat 'teguran' Papi dari saat teduh kemarin (tepat setelah berakhirnya opening LASALLE show), 1 prinsip yang harus aku pegang selama sekitar 5 taun kedepan:
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar (Amsal 2:20)

Now that i've chosen the path that's not taken, I know it's not going to be easy. Holding on to God's words and hand is my only choice. So please, guide me, Lord. Please, give me stregth, Your wisdom, and joy of heaven.

What about your journey, friends? Ciayo!! God bless :D


Note: Congratulations to all graduates. Thank you so much to all the lecturers (Shuang Shuang, Andri, Colin, Jessica, Shannon, Eugene, Kevin, Tito, Hidayah, Joselyn, and Stanley). Thank you so much for mom and dad, sister, dika, PUB friends, dudud, who were there and supported along my journey.

Monday, May 16, 2011

"i can't.."

Itulah kata2 yang secara tidak sadar sering kita ucapkan dalam  hati. Atau, menjadi mindset dalam pikiran kita waktu kita diperhadapkan dengan tantangan hidup.
But, really?

Bulan April taun lalu, aku sedang menghadapi ujian akhir diploma ku. Sudah pasti, waktu itu sepertinya susah bernafas karena deadline sudah didepan mata. Mendadak, ada temen papa yang akan bertamu karena mereka mau berobat di sini, dan sudah pasti akan nginap sekitar seminggu di rumahku. Dengan berat dan tidak ada pilihan, 3 orang tamu nginap di rumah disaat saat paling crucial untuk ujian akhir diploma ku. Lewat telpon, aku cuman bilang ke mama "mi.. pokoknya ndak mau tau, taun depan kalo aku ujian akhir level 3 (sama dengan Bachelor, ato biasanya disebut sidang akhir), aku ndak sanggup nerima tamu ya.. Kalopun terpaksa, mami harus dateng kesini bantuin nemeni tamu dan bersih2.. pokoknya aku ndak sanggup.. oke?" Mama bilang oke, dan mengerti kalo deadline didepan mata aku pasti udah jadi zombie.

Nyaris setaun berlalu, tugas untuk sidang akhir selalu ku cicil untuk antisipasi siapa tau butuh ngeprint ulang mendadak ato hal2 buruk lainnya. Well, things always go wrong before deadlines. Singkat cerita, seharusnya 5 hari sebelum assessment set up aku sudah bisa menyelesaikan semuanya. Tapi seperti yang sudah aku bilang, things just go wrong.

Mendadak, saudara dari kakekku jatuh (umurnya udah 87 taun) di rumah cucunya, dan dia butuh oprasi secepatnya. Perasaanku sudah ga enak, kalo dia di operasi di sini, ada kemungkinan anak2nya (yang nemenin di rs dll) tinggal di rumah. Dan benar, hari terakhir dimana aku harus mem-finalize tugas, mereka datang dan otomatis tugasku molor. Memang, tugasku tinggal sedikit lagi, aku ga perlu begadang lagi dan pasti bisa selesai sebelum waktunya. Mami sempet tanya, butuh kah mami ke sini? setelah menangis dan mempertimbangkan keadaan di rumah sana yang juga sibuk, kuputuskan (tanpa pake hati; benernya mau mami ke sini) untuk menghadapi sendiri.

Tapi ternyata tetep, aku merasa ga focus persiapan sidang. Aku harus menjemput di changi malam2 (waktu itu flight nyampe jam 10 malam di delay stengah jam, lalu langsung ke rs, baru sampe rumah jam 2 pagi dan esoknya operasi jam 8 jadi jam 7 sudah harus di rs), mengantarkan ke rumah sakit, membersihkan rumah (harus, ga bisa pake alesan sibuk/capek untuk nyapu dan lap meja tiap hari). Capek fisik dan mental.

Dalam hati aku menjerit,
"Tuhan, aku ga sanggup..!!"
"Tuhan, i can't.."
Memang, aku berpikir, akulah yang paling tau batas2 pada diriku. Tekanan mental dan capek fisik ini sungguh terasa berat dan rasa2nya sudah ga bisa lagi. I know my limit, and i can't do it.

What should i do?
Aku memberikan pilihan2 ini buat diriku sendiri:
1. nangis
(keuntungan: lega sementara | kerugian: tidak ada dampak apa2 & capek)

2. tlp mami suruh datang hanya untuk menemani tamu
(keuntungan: mungkin sedikit enteng | kerugian: buang2 uang, papi ga ada yg nemenin & ngelayani waktu sibuk, ga bisa konsen2 amat soalnya pasti akan banyak cerita cerita)

3.bertahan dan berserah pada Tuhan
(keuntungan: melewati dan menyelesaikan sesuai rencana | kerugian: capek, tekanan mental)

Tentu, keadaan mendorongku untuk memilih pilihan ke tiga, karena ini sudah kuputuskan sejak awal. Singkat cerita, assessment set up berjalan lancar, dan sidang akhirpun ku selesaikan dengan baik.

Kawan, things just go wrong not in the right time. Sekuat apa kamu mau menanggulangi dan menghindari masalah tersebut, tetap ada hal2 yang memang butuh untuk dialami walau itu susah karena memang ada hal2 yang harus kita lewati untuk 'lulus' dari limit kita saat ini. Setelah lulus, nantinya kita sudah naik ke tingkat berikutnya kan?

Karena kita yang benar2 mengerti limit diri kita sendiri, waktu Tuhan bilang "do it..!" dan kita ngotot bilang "i can't..", berdoalah untuk meminta kekuatan dariNya dan mendapatkan hikmat bijaksana untuk melewati rintangan itu. Kita tau kalo kita ga bisa, jadi cuman dengan pertolonganNya saja kita bisa melewati tantangan2 kehidupan dengan mulus.

Percayalah, pada akhirnya kita pasti bisa melewati itu semua. Bertahan dan berserah kepadaNya. God bless! :D


Note: related post by Prima, click here. Silahkan dibaca dan semoga menjadi berkat. :)