Saturday, March 5, 2011
Jangan kering
Bacaan hari ini: Wahyu 2:1-5
Ayat mas hari ini: Wahyu 2:5
Sungai yang Kering
Setiap kali ke kampung halaman Papa, kami harus melewati sebuah sungai. Saya ingat, waktu SD saya harus menyeberangi sungai itu dengan sangat hati-hati karena sungai itu begitu lebar dan airnya sangat deras. Namun, kini sungai itu telah kering. Sungai itu—kata para penduduk—perlahan-lahan semakin dangkal, sampai kini tampak seperti badan jalan saja. Hanya batu-batu besar yang masih ada menjadi pertanda bahwa dulu di tempat itu pernah ada sebuah sungai besar.
Hidup rohani kita juga bisa "mengering". Tadinya, jemaat Efesus begitu taat dan bekerja sungguh-sungguh untuk Tuhan. Bahkan, mereka rela menderita dan tak kenal lelah melakukan pelayanan (ayat 2,3). Namun Tuhan mencela mereka, karena mereka menjadi "kering" (ayat 5). Mereka menganggap diri hebat, paling benar, paling suci. Mereka terjatuh dalam kesombongan rohani dan kehilangan kasih mula-mula. Itu sebabnya, Tuhan mendesak mereka bertobat dan kembali pada kasih yang semula.
Kekeringan rohani bisa melanda siapa saja. Jemaat Efesus adalah buktinya. Proses itu biasanya berlangsung perlahan, seperti sungai kenangan saya—yang perlahan mendangkal dan akhirnya mengering. Kekeringan rohani itu bahkan bisa terjadi tanpa disadari. Dan, kita bisa mengalami kejatuhan yang amat dalam. Mari periksa kondisi rohani kita saat ini. Perhatikanlah, apakah kita masih bersukacita penuh atas hidup kita, pelayanan kita, dan doa-doa kita? Apakah kita masih bisa menikmati pujian dan penyembahan kita? Apakah hati kita nyaman beribadah dalam hadirat-Nya? Jika ada "sesuatu" yang terasa berbeda, segera temukan lagi semangat rohani kita agar tidak "telanjur mengering"
JANGAN BERHENTI MEMERIKSA KESEHATAN ROHANI KITA AGAR KITA DIDAPATI TERUS HIDUP DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN
♥
Friday, March 4, 2011
in about 2 more hours..
diriku dari tadi lumayan dugdugdug.. hahahaha.. dari pagi, si kaka sudah mengingatkan bahwa hari terakhir ini saya boleh act childish.. hahahahahahahaha.. tapi jangan deh ka, eke harus tutup hari terakhir being a TEENager dengan sesuatu yg baik.. *halah2*
sejenak mengingat 1 taun terakhir ini, apa saja yang sudah saya lakukan.. well, jelas sekali berkat dari Papi beneran banyak sekali.. bersyukur buat pengalaman jatuh bangun dan prestasi diploma taun lalu, bersyukur buat liburan2 yang menyenangkan bersama teman2 tercinta, bersyukur buat "make over" rumah, bersyukur buat kesempatan melayani di gereja lagi, bersyukur buat skill yang baru, bersyukur buat kejelasan akan beberapa hal yang crucial untuk masa depan.. Walau ada saat2nya saya down, males, hilang pengharapan, khawatir, ragu, tetep namanya pemeliharaan Tuhan itu nyata.. Praise the Lord.. :D
Well, seperti sebelum2 nya, diriku memandang orang berkepala dua itu "berbeda".. Mereka itu seharusnya dewasa, bekerja, dan mulai dipandang "tua" *mbatin: oh noooo!"*
jadiiiiiiiii, kalo diliat dari situ, ada 3 hal yang saya seharusnya lakukan mulai beberapa jam lagi (baca: target):
1. Emosi dan jiwa (td disebut sebagai dewasa): harus bisa jadi orang yang "dewasa" dalam arti secara emosi dan sikap. Salah satu sifat juelek lek lek lek saya adalah curigaan. Nah ini harusnya saya redam dan kurangi karena yah ndak baik aja, orang ga salah di curigain kasian juga sih.. Lalu jg gampang tersinggung ini kudu dikurangi.. Lalu dari segi sikap sih harus lebih terbuka dengan orang lain, apalagi orang baru.. Secara saya susah adaptasi dengan lingkungan baru, saya harus belajar terus caranya untuk bisa friendly ke orang yang ndak deket.. X_X
2. Penghasilan (td disebut sebagai bekerja): yak, target jelas, umur 20 ini haaaarus udah berpenghasilan. Walau lulus kuliah masih beberapa bulan lagi, tapi target sblm umur 21 harus at least udah bisa cari duit sendiri. Alasan? 1.bikin bangga ortu, 2.ga malu2in (kuliah di luar negri kudu bisa!), 3.modal buat nikah *HAHAHAHAHAHA.. ini sih setengah bercanda, setengah seriusan :p*
3. Merawat tubuh (disebutkan tadi sebagai "tua"): iya! sudah berjanji dari beberapa taun lalu, saya harus mulai rajin2 merawat tubuh.. Mulai dari muka (kata nduk Dev biar ndak cepet keriput.. hahahaha..) yaitu dengan pake beberapa krim yang saya belom tau, trus merawat dan menata rambut baik2, lalu merampingkan tubuh dan lengan saya yang susah dibedakan dengan pentungan demi prewed yang bagus *lhoooo?!?!*
well, ini saya tulis bukan untuk pamer, tapi sebagai "janji" pada diri saya sendiri biar bisa menepati target2 tersebut.. Yah, teman2 kalo saya melenceng, boleh tabok dan ingatkan saya pada postingan ini.. hahahahhaahha..
Ooooookeiii.. berikut ini adalah tampang dan keadaan saya pada akhir dari masa TEENager.. Mari saya abadikan dulu.. :p
bye bye 19, I was so proud of you!
*ingin menitikkan air mata, tp percuma jg buat apa, ga jadi deh, senyum2 aja..*
*ciao! <3
Wednesday, February 23, 2011
When things go wrong..
Ask yourself: have you tried your best?
If yes, start praying and say to yourself: let's make things work.
If not, slap your own cheek and say: what did you do? make things work now!
Well, that's what i did. I am telling you, you are be able to control your mind and emotion. Or else, you must learn to be able to. :)
Tuesday, February 15, 2011
Selamat hari kasih sayang!
Bacaan hari ini: Lukas 10:25-37
Ayat mas hari ini: Matius 22:39
*Memanusiakan Manusia*
Yerome, seorang sejarawan abad ke-5, menyebut jalan dari Yerusalem hingga Yerikho sebagai Jalan Merah atau Jalan Darah—untuk menunjukkan betapa berbahayanya jalan tersebut. Memang jalan itu adalah jalan paling ideal bagi para penyamun untuk beraksi. Selain jaraknya cukup jauh, sekitar 32 kilometer, jalan ini pun sempit, berbatu-batu, dan berkelok-kelok. Dan, gambaran jalan ini pulalah yang menjadi latar belakang cerita Tuhan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati.
Akan tetapi, apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini bukan kisah yang sungguh-sungguh terjadi. Artinya, belum tentu semua orang Samaria memiliki kebaikan hati yang seperti ini. Atau, dengan kata lain, apabila ada orang Yahudi yang dalam kesulitan belum tentu orang Samaria mau menolongnya. Sebab, memang kedua bangsa ini sudah sekian lama bermusuhan. Jadi, yang sesungguhnya ingin disampaikan Tuhan Yesus adalah hal memanusiakan sesama. Tuhan Yesus ingin kita menghargai hidup setiap manusia, yang antara lain dapat kita lakukan dengan menunjukkan perbuatan baik. Dan, hal menghargai manusia tidak boleh dibatasi oleh jenis kelamin, tingkat ekonomi, tingkat sosial, kebangsaan, bahkan permusuhan.
Isu perendahan hak asasi manusia memang bukan hal baru lagi di dunia ini. Kita dapat melihat banyak manusia yang memperlakukan manusia lain tidak seperti manusia—menganiaya, menghina, bahkan membunuh. Karena itu, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi sesama adalah seperti mengasihi dan melakukan hal baik kepada diri sendiri. Siapa yang akan kita jadikan objek kasih hari ini?
PERBUATAN BAIK BAGI ORANG LAIN ADALAH LANGKAH KECIL UNTUK MEMANUSIAKAN MANUSIA
♥
15 February
Lha hari ini?
Yaaa kaga adaaaaaaaaaaaaa.. Huihihihi.. Well, valentine's day ga valentine's day, bodo amat ah, yg penting spread the love! ♥
Hihihihi.. Oke, sekian dulu deh.. *geje banget*
♥
Thursday, February 3, 2011
Gong xi!
Yak, begitulah daerah orchard waktu chinese new year (baca: imlek). Sangat semarak (tadi malam ada kembang api waktu jam 12malam, skitar 5menit), tapi paginya sangat sepi. Mungkin lagi pada ngunjungi sanak saudara kali ya. Saya? Ikut ngiri aja, sehubungan imlek kali ini (dan lagi2) ndak balik indo. Walau dikluargaku ga ada tradisi untuk merayakan imlek, tetep kumpul sama kluarga itu jd hal yang ditunggu tunggu.
Tapi sayangnya, ndak tiap orang suka kumpul dengan keluarga besar. Entah ada kepahitan, atau malas melayani saudara, atau malas berinteraksi, atau malas bersih2 rumah, atau..? Entahlah.
Kemarin (hari trakhir di taun macan), aku masih ada kelas. Banyak yang pulang setelah berkonsultasi dengan dosen karena malamnya pasti akan makan2 sama keluarga. Lalu ada 1 temanku ndak mau pulang, waktu ditanya kenapa? Jawabnya, "ya aku males aja.. Males bersih2 dan bantu orang tua.. Lalu mereka yg datang juga begitu.. *memberi tampang jijik dan agak tidak suka*.. Jadi aku harus mencari tempat dimana bisa menunggu sampai waktunya makan tiba.."
Wah? Sayang sekali ya.. Padahal ortunya pasti butuh bantuannya..
Well, teman2, walau kadang ada saudara (baik kandung maupun sepupu ato om tante) yang menyebalkan, ada saatnya kita mesti mengalah dan mau berkumpul karena gimana aja mereka masih saudara gitu.. Akupun belajar seperti itu.. Mungkin sekarang masih terasa menyebalkan ato ndak tahan, tapi suatu saat kalo kita udah jauh dari mereka (secara jarak nih), baru sadar betapa berharganya mereka.. So, don't wait until they are gone, enjoy your time with them.. :D
*sending so much love to those in indonesia ♥♥♥, miss you all*
Anyway, happy Chinese New Year, everibodiiii! Hepi holideiiii.. :D
Monday, January 24, 2011
15x
Hari ini (akhirnyaaa) hari Minggu lagi. Sudah aku tunggu2 datangnya hari ini. Iya, betul, karena itu artinya 1minggu sudah terlewati. Puji syukur buat Tuhan yang sudah menguatkanku lewar sate hari slasa, dan akhirnya sekarang sudah jauh lebih baik homesicknya. Sering sih (apalagi pagi hari) perasaan ndak enak itu datang lagi, sepi, takut, dan kawatir semua jadi satu. Yah tapi sering juga mengecoh pikiran sendiri dengan memikirkan hal2 yang akan terjadi setelah bulan Juni ini. Yay, i'm comming back home! :D
Well, sekian dulu, aku mencoba menyibukkan diri biar ngga mikir jelek2. Thanks also to mom and dika yang selalu standby disana. ;)
Oh ya 1 lagi, just want to share firman waktu itu yang sudah me-nabok aku. Hahaha. God bless! ♥
Bacaan hari ini: Kejadian 39:1-6,20-23
Ayat mas hari ini: Kejadian 39:2
Bukan Pekerja Biasa
Dr. Cai Ming Jie, seorang Ph.D. lulusan Stanford University, memutuskan untuk menjadi seorang sopir taksi setelah kehilangan pekerjaannya. Dr. Cai Ming Jie tidak hanya berani menghadapi hidup dengan melakukan pekerjaan yang mungkin jauh dari impiannya, tetapi juga berusaha melakukan yang terbaik. Ia mencatat pengalamannya sebagai sopir taksi dalam sebuah blog: A Singapore Taxi Driver's Diary. Itu menjadikannya bukan "sopir taksi biasa".
Yusuf juga pernah mempunyai pekerjaan yang bukan merupakan impiannya. Menjadi budak, jelas bukan cita-cita Yusuf, si anak orang kaya. Namun apa daya, ia dijual dan harus menjadi budak. Pilihannya hanya dua. Sekadar menjadi budak atau menjadi budak yang baik. Dalam situasi sulit itu, Tuhan menyertai Yusuf (ayat 2,3). Penyertaan Tuhan menjadikannya budak yang tidak biasa. Ia menjadi budak yang "berkuasa" (ayat 4,5). Karena difitnah, Yusuf bahkan turun lebih rendah lagi. Ia menjadi narapidana. Namun kali ini pun, Tuhan tetap menyertai Yusuf, sehingga ia kembali menjadi bukan narapidana biasa, tetapi narapidana yang "berkuasa" (ayat 21-23).
Andai Anda sedang berada di lingkungan pekerjaan yang bukan pilihan Anda, jangan bekerja sekadarnya. Jangan menjadi pegawai biasa. Guru biasa. Dokter biasa. Percayalah, dunia bisa tidak adil terhadap Anda, tetapi Tuhan selalu adil. Kunci keberhasilan kita ada pada Tuhan, bukan pada dunia. Tanggung jawab kita, bukan menuntut ini dan itu, tetapi berjalan bersama Tuhan dan bekerja sebaik-baiknya. Tuhan akan memampukan kita memberi yang terbaik di tengah kondisi yang tak ideal sekalipun
TUHAN DIMULIAKAN DI TEMPAT KITA BERKARYA HINGGA KITA MENJADI BUKAN PEKERJA BIASA
Sent from my BlackBerry Wireless Handheld






